Header Ads

test

Semangat Yang Terabaikan

Kapitalisme telah menggorogoti pemikiran kita dan membuat kita semakin hari semakin kehilangan jati diri kita sebagai manusia seutuhnya, yang tahu bahwa hidup adalah hak setiap manusia dan manusia tanpa manusia lain tak bisa di pisahkan satu sama lain, tetapi dengan adanya sistem kapitalisme, neoliberalisme yang memisahkan kita dari ibu kita dari tanah kelahiran kita dari sahabat-sahabat kita bahkan kiita terpisah dengan hakekat kita sebagai manusia, mari bersatu menumbangkan sistem yang tidak manusiawi ini dengan menyujudkan sosialisme yang sejati demi kesejahtraan rakyat tertindas.

Orang kaya semakin pintar dan orang miskin semakin bodoh

Itulah yang kata yang pantas aku katakan dalam sistem pendidikan hari ini, dimana masyarakat kecil yang mayoritas dari kalangan petani, buruh, nelanyan dan kaum miskin kota selalu terpinggir dari dunia pendidikan dan orang-orang yang kaya sangat mudah mengakses berbagai macam imformasi-imformasih seputar ilmu pengetahuan.

Apa lagi yang bisa kita harapkan dari pemerinta hari ini? yang menjadi sebuah peluruh bagi masyarakt guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang diinginkan masyarakt itu sendiri. Mari kita melirik kembali tentang budanya pendidikan yang di jalankan oleh pemerintah kita hari ini yang kemudian menjadi tolak ukur dari system pendidikan daerah kita bahkan Negara dan bangsa kita untuk daerah dan negra-negarah lain.

Kemajuan sebuah daerah dan Negara dilihat dari system pendidikan yang dia jalankan, apakah system pendidikan yang mereka jalankan untuk membangun potensi rakyatnya ataukah hanya orang-orang yang bekecukupan saja yang meraskan pendidikan? Ini yang menjadi tugas kita sebagai kaum intelektual yang mempunyai waktu luang dalam memandang situasi konomi, budaya, dan social politik. System pendidikan setelah jatuhnya rejim orde baru soeharto sampai sekarang tidak menimbulkan banyak perubahan terutama dalam dunia pendidikan, bahkan itu terulang kembali direjim sekarang ini.

ada seorang-seseorang yang mengatakan bahwa reformasih yang diprakarsai oleh mahsiswa pada tahun 1998 itu tidak pernah terjadi, karena dengan alasan melihat perubahan yang ditimbulkan dari gerakan mahasiswa pada saat itu tidak menuai hasil yang signifikan terhadap sistem pemerintahan, hanya perubahan presiden saja yang berubah tetapi orang-orang rejim

orde baru masih berkaliaran dalam gedung perwakilan rakyat selaku pembuat undang-undang yang sama sekali tidak berpihak terhadap rakyat tertindas dan hanya berpihak terhadap pemilik modal.
Gerakan mahsiswa pada waktu itu hanya bersifat reaksioner dari pemerintahan yang tidak bisa menanggulangi krisis global yang terjadi karena penyembahan hutang luar negri yang dilakukan rejim soeharto dan gerakan mahasiswa tidak bersifat progresip dalam membangun sebuah gerakan yang anti penghisapan.

Pendidikan Polewali Mandar

setelah kita sedikit membahas gerakan mahsiswa dan situasi pendidikan pada level nasional, mari kita lihat situasi pendidikan yang terjadi pada daerah kita, dan menurut saya ini tidak jauh bedahnya dengan situasi pendidikan secara nasional dengan situasi pendidikan pada level lokal karena dalam sebuah negara mulai dari pusat yang disebut ibu kota negara sampai kepada, propensi, kecamatan, desa, dan dusun bahkan sampai pada keluarga kita itu di interpensi oleh pemerintah pusat. Jadi ketika ada kebijakan dalam pemerintahan pusat harus diterimah oleh pemerintah daerah karena semua ini tidak bisah dipisahkan satu sama lain.

kita Kembali kepada sitem pendidikan khususnya daerah polewali mandar, pada tahun 2007 penduduk polewali mandar sebanyak 353.043 jiwa, 88,887 kepala keluaraga dari 16 kecamatan di polewali mandar (POLMAN) dari data yang dikumpulkan oleh SIPBM (sistem informasi pendidikan berbasis masyarakat) mencatat 7.165 anak putus sekolah paling banyak di tingkat sekolah dasar (SD) yaitu 5654, tingakt SLTP dan sederajatnya sebanyak 545, dan dari SLTA/SMU sebanyak 261 orang.

Yang termasuk kecamatan yang paling banyak putus sekolah adalah dari kecamatan campalagiang, dan disusul dari kecamatan mapilli sebagai peringkat kedua dari masyarakat yang putus sekolah kabupaten polewali mandar, ini hanya beberapa kecamatan saja yang survei untuk daerah-daerah lain seperti daerah pedalaman yang tidak jelas standar pendiidikannya.

Ini merupakan salah satu bukti dari sistem yang di coba oleh pemerintah sekarang yatiu dengan bantuan dana BOS (bantuan operasi sekolah) tidak banyak menimbulkan hasil yang seperti kita bayangkan bahkan dengan dana bantuan operasi sekolah (BOS) banyak dari pihak yang tidak bertangguna jawab merauk keuntungan dimana bantuan itu hanya dialirkan kekantong pengelolah dana itu dimana disini adalah dari pihak sekolah.

Dana bantuan operasional sekolah bukan salah satu jalan untuk menanggulangi banyaknya anak rakyat yang putus sekolah, buat apa kita menghamburkan uang untuk sistem pandidikan kalo banyak rakyat yang tidak bisa merasakan itu, ini sama saja kita memberikan subsidi kepada orang yang standar ekonominya mencukupi dan membuat masyarakat yang standar ekonominnya belum mampu menyekolahkan anaknya sebagai penolongnya, lagi-lagi masyarakat kecil yang jadi korbannya, mengapa saya katakan demikian karena dari pajak yang dikumpulkan kepada pemerintah itu banyak dari kalangan yang kurang mampu.

Kapasitas staf pengajar polewali mandar

Staf pengajar polewali mandar kurang meyakinkan dengan kapasitas bagi para staf pengajar karena persoalan pendidikan hari ini dari tingkat perguruan tinggi (universitas) yang juga kurang memadai untuk meningkatkan kecerdasan mahasiswa dari setiap keahlian mereka sendiri. Banyak dan bahkan hampir semua perguruan tinggi yang ada di setiap daerah di negara indonesia hanya dijadikan sebagai tempat untuk mendapatkan uang buakan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan atau pendidikan yang layak, dengan berbagai banyak jurusan yang di programkan ini menjadi salah satu contoh betapa bobroknya sistem pendidikan indonesia yang menjadikan pendidikan sebagai ajang bisnis bagi orang-orang yang memiliki kekuasaan dalam pengambilan kebijakan baik itu dalam pendidikan bahkan sampai pada kehormatan kita itu di perdagangkan secara terang-terangan dan rakyat sama sekali tidak mengetahui hal itu karena adanya hegemini kapitalis yang sangat luar bisa dahsyatnya.

Kita bisa melihat data beberapa survei mengenai staf pengajr yang dipakai oleh pemerintah hari ini, di polewali mandar misalnya yang mempunyai staf guru atau pengajar berjumlah 284 pengajar dari satf pengajar yang memenuhi kelayakan (mengjar) mencapai 80 persen dan untuk staf pengjar yang tidak memenuhi persyaratan kelayakan mengajar mencapai 30 persen dari sekolah mulai sekolah dasar sampai pada sekolah menengah atas.

Ini menandakan bahwa proses belajar mengajar sangat kurang sebagian dari pengajar hanya menjadikan propesinya sebagai guru hanya di jadikan sebagai tempat untuk mendapatkan uang dan itu kita tidak bisa pungkiri. dan kelulusan dari setiap tahunnya boleh dikatakan sebagai yang paling terbaik.mungkin juga adanya ketidak layakan bagi staf pengajar karena pemerintah kurang memerhatikan tunjangan dari staf pengajar sehingga dalam memberikan hanya bersifat masah bodoh.

Kemudian kurang perhatian pemerintah terhadap sekolah-sekolah yang membuat siswa tidak bisa tenang dalam menerimah pelajaran sehingga tingkat kreativitas siswa kurang seperti apa yang kita harapkan, dan kemudian persoalan diskriminatif terhadap anak orang miskin sehingga banyak yang tidak merasakan yang nama pendidikan, hampir semua sekolah yang ada negara ini yang memepunyai fasisliitas yang boleh dikata sudah mencapai tingkat internasional hanya anak orang kaya saja yang bisa mengakses pendidikan di sekolah itu. Ini yang banyak terjadi bahkan di daerah polewali mendar sendiripun seperti itu.

Adanya klas-klas dalam sistem pendidikan

Kemudian adanya kelompok-kelompok dalam sistem pendidikan, dimana kelompok orang kayak dan kelompok si miskin atau dalam teori marx disebut dengan klas (klas proletar dan kelas borjuis). Sistem pendidikan di daerah polewali mandar terdapat klas-klas didalamnya yaitu adanya sekolah-sekolah yang dikhususkan bagi orang-orang kaya dimana didalam sekolah tersebut terdapat fasilitas yang lengkap untuk pengembangan kreativitas peserta didik (student), aku mengatakan demikian karena saya melihat adaya diskriminatif bagi kalangan orang-orang miskin dimana, untuk masuk sekolah tersebut harus membayar uang sekolah yang mereka tidak mampu untuk membayarnya di tambah dengan adanya sistem pemerintah hari ini yang mengkomersilkan sistem pendidikan lewat undang-undang mereka yaitu UU BHP ( undang-undang. badan hukum pendidikan), dan kemudian ditambah lagi dengan adanya sistem kekeluargaan dimana, hanyah dari kalangan kelurga kaya yang mempunyai akses atau jaringan yang memudahkan memasukkan anak mereka kedalam sekolah tersebut.
jadi masyarkat miskin tadi ini terpingirkan dari sistem uji coba karena tidak mempunyai uang untuk membanyar jaringan yang bisa membuat kita masuk kesekolah itu, dan ketika masyarakt yang kurang mampu tadi terpaksa lari ke sekolah-sekolah swasta dimana fasilitas yang kurang mamadai kemudian mahal apalagi saat ini.

Dengan adanya diskriminatif dalam dunia pendidikan, kita sebagai mahasiswa yang dikenal sebagai orang-orang yang kritis terhadap kebijakan pemerintah yang platfromnya bukan untuk mensejahterahkan rakyat tetapi platfromnya kepada liberalisasi sistem pendidikan mampuh mengatakan tidak kepada komersialisasi pendidikan, Dan memberikan rakyat yang kurang mampu akses pendidikan yang sifatnya merakyat yaitu mudah, murah, dan merakyat, karena dengan kembalinya kita kepada rakyat tertindas berarrti kita membangun masyarakat yang adil dan mengeluarkan kita dari hegemoni politik kapitalisme yang merusak esensi dan eksistensi kita sebagai manusia seutuhnya.

Oleh: Bustamin Nanda

No comments