Header Ads

test

PERNYATAAN SIKAP JGMK : usut tuntas segera kasus penembakan dan pembunuhan mahasiswa serta rakyat di pulau tiaka

Jaringan Gerakan Mahasiswa Kerakyatan
(JGMK)
Resista Yogyakarta,Gerakan Mahasiswa Pro Demokrasi(Gema Prodem)Medan, Konsentrasi Mahasiswa Progresif(Koma Progresif)Samarinda,Barisan Pemuda dan Mahasiswa Progresif(BPMP)Sumbawa,Sentra Gerakan Mahasiswa Progresif (Sergap)Pol-Man,Front Mahasiswa Demokratik(FMD)Makassar.

Email: mahasiswa.indonesia@ymail.com
CP: +62 857 2925 2134, +62 852 5080 0567

 

Usut Tuntas Segera Kasus Penembakan Dan Pembunuhan Mahasiswa Serta Rakyat Di Pulau Tiaka!

Pada hari Selasa, 23 Agustus 2011, telah meninggal dunia dua orang Mahasiswa bernama Yurifin alias Ateng Universitas Gorontalo dan Andi Sondeng di pulau Tiaka, kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Sementara lima orang lainnya masih di rawat di rumah sakit Luwuk dan 15 lainnya hilang di tengah laut akibat serangan yang bertubi – tubi yang digencarkan oleh satuan aparat keamanan dengan menggunakan senjata api.

Bentrokan ini berawal dari tidak adanya kesepakatan antar warga dan JOB Pertamina-Medco E&P untuk kesejahteraan di tiga kecamatan. Kemudian ditambah lagi dari proses pembebasan lahan yang tidak adil menurut pembagiannya. Harga tanah per meter persegi hanya di nominal kan sekitar Rp. 9.000 hingga Rp. 12.500. Akan tetapi dalih pemilik modal mengeluarkan biaya sebesar Rp. 150.000 per meter persegi. Diperkirakan luas lahan tersebut seluas 20.000 meter persegi akan tetapi hingga tahun 2011 saat ini, tanah tersebut hanya sekitar 1.000 hektar tanah yang diberikan kepada warga. Dengan perebutan lahan tersebut, warga melakukan bentuk – bentuk perlawanannya dengan aksi massa, akan tetapi lagi dan lagi pemilik modal menggunakan cara – cara picik dan kekejamannya dengan menggunakan satuan aparat keamanan yang mengakibatkan tewasnya dua orang kawan Mahasiswa di Sulawesi tengah tersebut.  

Praktik – praktik yang digunakan oleh pemilik modal ini sudah jelas membuktikan bahwa perampasan, diskriminasi, ekploitasi yang digunakan oleh mereka senantiasa menindas seluruh masyarakat yang ada disektor manapun. Adapun fungsi satuan aparat keamanan adalah sebagai pelindung masyarakat, kini menjadi “anjing peliharaan” kapitalisme, dimana ketika rakyat ingin menyampaikan aspirasinya disitulah rakyat ditangkap, dipukul, di introgasi, bahkan dibunuh seperti kasus penembakan seperti ini. Kepentingan pemilik modal memang akhirnya hanya akan menyengsarakan rakyat Indonesia dan menguntungkan para pemilik modal beserta antek-anteknya. Dan juga terbukti, bahwa rezim SBY-Budiono hari ini pun terbukti gagal untuk mensejahterakan seluruh rakyat di Indonesia dengan berbagai permasalahan yang muncul di berbagai daerah dan seluruh sektor ditiap lapisan masyarakat yang ada . 

Untuk itu, kami dari Jaringan Gerakan Mahasiswa Kerakyatan menyatakan sikap :

  1.  Mengecam keras tindakan brutal yang dilakukan oleh satuan aparat keamanan pulau Tiaka, kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
  2. Menuntut rejim SBY-Budiono, Kapolri, Kapolda, kapolres beserta jajaran satuan keamanan untuk segera bertanggung jawab atas meninggalnya dua orang Mahasiswa dan terlukanya warga di kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
  3. Mendukung sepenuhnya bentuk – bentuk perlawanan yang dilakukan oleh Mahasiswa dan warga Tiaka, Morowali, Sulawesi Tengah.
  4. Wujudkan pembebasan lahan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
2.
3.

Belajar, Berorganisasi Dan Berjuang!

Yogyakarta 23 Agustus 2011

         Ketua                                                                                         Sekretaris Jendral




Daniel Pay Halim                                                                             Nalendro Priambodo

No comments