Header Ads

test

Mengapa Kita Buruh/Pekerja harus Berserikat?


Dari sekian pekerja/buruh di indonesia memiliki ketakutan akan berserikat (ber organisasi), di karenakan beberapa alasan umum yang dialami oleh buruh/pekerja kenapa mereka takut akan berserikat, tapi hanya ada satu alasan yang paling dikeluhkan oleh pekerja atau buruh, kenapa kita takut berserikat yaitu, buruh/pekerja takut kehilangan pekerjaan atau ter PHK dari perusahan yang di tempati nya bekerja.  Intimidasi (menakut-nakuti) dan lain
sebagainya dari pihak pengusaha untuk mem PHK pekerja nya, adalah hal yang paling umum di alami oleh buruh/pekerja ketika berserikat atau membentuk serikat buruh/pekerja. Hal inilah yang kerap menjadi alasan buruh/pekerja takut membentuk serikat pekerja/buruh. Seharusnya pandangan seperti ini yang harus di buang oleh kita pekerja/buruh sehingga kita memiliki keberanian untuk membentuk satu kekuatan yang kuat melawan kesewenang-enangan pengusaha dan pemerintah yang tidak mementingkan kepentingan buruh/pekerja.
 
Manfaat dari membentuk Serikat Pekerja /buruh ataupun ikut tergabung menjadi anggota Serikat Pekerja/buruh, adalah sangat jelas bersentuhan langsung dengan keadaan pekerja/buruh, seperti :
  1. Menjalin komunikasi antara pekerja/buruh dengan pekerja/buruh yang notabene memiliki kesamaan kepentingan dan kesamaan hak.
  2. Mendapatkan advokasi atau pembelaan dari persoalan yang merugikan pekerja jika pengusaha atau pimpinan melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang telah diatur di dalam Undang-Undang.
  3. Bergerak bersama-sama untuk memperjuangkan kepentingan atau hak pekerja/buruh. Dimana sangatlah berbeda kondisinya jika perjuangan hak dilakukan sendiri-sendiri dengan jika dilakukan secara bersama-sama (kolektivitas).
  4. Memudahkan pekerja/buruh dalam hal komunikasi ke pengusaha/pimpinan perusahaan, karena ada pengurus Serikat Pekerja/buruh yang akan mengakomodir kepentingan sesuai dengan aturan perundang-undangan.  
Dari penjelasan di atas, mungkin kita perlu memahami dan menyadari betapa pentingnya untuk membangun/membetuk Serikat Pekerja/buruh. Karena sesungguhnya kekuatan pekerja/buruh adalah ketika mereka bersatu dan bahkan kekuatan yang paling dahsyat di dunia ini adalah kekuatan pekerja/buruh.

Yakinlah bahwa dengan bersatu dalam kesamaan nasib yaitu tertindas, terhisab, dan terkebiri haknya maka dalam kondisi itulah yang membuat kita akan berjuang untuk meerebut kembali  hak kita yang di rampas. Bahkan sudah bukan rahasia lagi bahwa telah begitu banyak pelangggaran yang dilakukan oleh sebagian Pengusaha terhadap hak-hak pekerja. Pelanggaran yang setiap saat bisa menimpa diri kita selaku pekerja, seperti:

  1. PHK yang sewenang-wenang tanpa alasan yang berdasar serta tanpa melalui prosedur yang semestinya
  2. Hak atas pesangon yang kurang atau bahkan tidak dibayar saat terjadi PHK
  3. Skorsing tanpa alasan yang jelas
  4. Upah yang di bawah Upah Minimum Provinsi-Kota UMP-K
  5. Mutasi yang sesukanya pihak Perusahaan
  6. Karir yang tidak berkembang karena ada diskriminasi (pilih kasih)
  7. Status kerja yang tidak jelas
  8. Sistem kerja kontrak yang berkepanjangan
  9. Kerja lembur yang tidak diperhitungkan dan tidak dibayar
  10. Jamsostek yang tidak disertakan Dan lain sebagainya.
Maka dari itu, kita Buruh/Pekerja tidak usah takut untuk membentuk serikat, atau bergabung dengan serikat buruh/pekerja, karena berserikat atau berkumpul dalam sebuah wadah demi suatu tujuan, itu sangatlah di lindungi oleh Negara kita. Berikut perlindungan negara terhadap hak berserikat kita telah di lindungi secara undang-undang, seperti:

ü  Ratifikasi Konvensi ILO No. 87 Tahun 1984.
ü  Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28 “Kemerdekaan berkumpul dan berserikat untuk mengeluarkan pendapat baik secara lisan maupun secara tertulis……”

ü  Undang-Undang Negara Republik Indonesia No. 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh Pasal 28 “siapapun dilarang menghalang-halangi atau memaksa buruh/pekerja untuk membentuk atau tidak membentuk serikat pekerja atau serikat buruh, menjadi anggota /pengurus atau tidak menjadi pengurus /anggota serikat pekerja .......”

ü  Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2000 Pasal 43 “siapapun yang menghalangi atau memaksa seperti yang di maksud pada Pasal 28 maka akan di kenakan sanksi Kurungan minimal 1 tahun maksimal 5 Tahun dan denda minimal Rp.100.000.000,- maksimal Rp.500.000.000 dan perbuatan tersebut adalah ………..”

Sebab demikain itulah, kita buruh/pekerja kenapa diharuskan untuk berserikat, karena masalah diperusahaan berbeda kepentingan dengan para pekerja/buruh, dan jangan pernah ada rasa takut untuk membentuk atau bergabung di serikat pekerja. Karena tidak berubah suatu kaum, jika mereka sendiri yang mengubahnya. Jangan pernah takut karena kita di lindungi oleh undang-undang. 

Demikian alasan-alasan mengapa kita (buruh/pekerja) harus, mesti berserikat. Semoga dengan alasan-alasan dan penjelasan diatas dapat memotivasi kawan-kawan buruh/pekerja untuk ber organisasi/berserikat.

No comments