Header Ads

test

Tugas-Tugas Liga Pemuda! V.I. Lenin (1920)

Lenin Muda
Kawan-Kawan, pada saat ini saya ingin berbicara tentang tugas-tugas mendasar dari Liga Pemuda Komunis, dan sehubungan dengan hal itu, Saya akan berbicara pula mengenai organisasi-organisasi pemuda semacam apa yang dibutuhkan dalam sebuah republik sosialis.
Adalah sangat diperlukan untuk berpikir tentang persoalan ini karena dalam satu pemikiran tertentu bisa dikatakan  bahwa pemudalah yang akan berhadapan dengan tugas-tugas aktual untuk menciptakan sebuah masyarakat komunis. Selama  ini jelas, bahwa generasi kaum pekerja yang bangkit dalam  masyarakat kapitalis setidaknya menyelesaikan tugas penghancuran dasar-dasar dari yang lama, pandangan hidup kapitalis, yang dibangun atas penghisapan. Setidaknya generasi itu yang akan mampu  menyelesaikan  tugas-tugas untuk membentuk sebuah sistem sosial, yang  akan membantu proletariat dan klas pekerja mempertahankan  kekuasaan dan meletakkan sebuah pondasi yang kuat, yang dapat dibangun hanya oleh sebuah generasi yang mulai bekerja di bawah kondisi yang baru, dalam sebuah situasi dimana hubungan-hubungan yang berdasar pada penghisapan manusia atas manusia sudah tidak ada lagi. 
    
Dan selanjutnya, berangkat dari sudut pandang ini yang disesuaikan dengan tugas-tugas yang menghadang pemuda, Saya harus mengatakan  bahwa tugas-tugas dari pemuda secara umum, Liga Pemuda Komunis dan khususnya semua organisasi lain, bisa diringkas dalam satu kata tunggal, yaitu: b e l a j a r.  
     
Memang,  ini hanya sebuah "kata tunggal". Yang tentunya tidak menjawab persoalan  yang prinsipiil dan paling esensial: apa yang dipelajari, dan bagaimana mempelajari ? Dan di sini inti keseluruhannya adalah bahwa dengan transformasi dari yang usang, masyarakat  kapitalis, pengasuhan, pelatihan dan pendidikan terhadap generasi  yang baru yang akan membentuk masyarakat komunis  tidak dapat diarahkan atas garis-garis yang usang. Pengajaran, pelatihan  dan pendidikan terhadap pemuda baru berangkat dari material yang  ditinggalkan oleh masyarakat lama kepada kita.  Kita  dapat membangun komunisme hanya atas dasar totalitas pengetahuan, organisasi dan kelembagaan, hanya dengan menggunakan persediaan kekuatan manusia dan sarana-sarana yang telah ditinggalkan oleh masyarakat  yang lama kepada kita. Hanya dengan  penyusunan kembali secara radikal terhadap pengajaran, organisasi dan pelatihan  untuk pemuda, kita akan mampu memastikan bahwa usaha-usaha dari generasi yang lebih muda akan berakibat dalam pembentukkan sebuah  masyarakat yang akan berbeda dari masyarakat yang lama,  misalnya,masyarakat komunis. Oleh karena itulah mengapa kita harus  berhitung serinci mungkin dengan persoalan tentang apa yang harus kita ajarkan kepada pemuda dan bagaimana pemuda harus belajar  apabila hal itu diinginkan untuk mengangkat nama pemuda komunis, bagaimana hal itu diajarkan sedemikian rupa sehingga mampu menyelesaikan dan mewujudkan apa yang telah kita mulai.

Saya harus mengatakan bahwa jawaban yang pertama dan paling alamiah  akan tampak bahwa Liga Pemuda, dan pemuda secara umum, yang ingin mengembangkan komunisme, harus mempelajari komunisme.  
 
Namun jawaban ini --"mempelajari komunisme"--begitu umum. Apa yang kita butuhkan dalam rangka mempelajari komunisme ? Apa yang harus disarikan dari keseluruhan pengetahuan sehingga bisa memperoleh sebuah pengetahuan mengenai komunisme?  Di  sini sejumlah  bahaya muncul, yang mana berulang  kali termanifestasi dengan sendirinya kapanpun tugas mempelajari komunisme dilaksankan dengan tidak benar, atau ketika hal itu diinterpretasi dalam satu cara yang sepihak.  
     
Biasanya,  pikiran pertama yang memasuki  pikiran seseorang adalah  bahwa mempelajari komunisme berarti menggabung-gabungkan keseluruhan pengetahuan yang terdapat dalam buku-buku panduan dan pamflet  komunis. Namun definisi mengenai studi komunisme serupa ini  akan menjadi begitu kasar dan tidak memadai. Apabila studi tentang  komunisme  hanya terdiri atas asimilasi  dari apa yang terkandung dalam buku-buku dan pamflet-pamflet komunis, maka kita semua  akan mudah sekali mendapatkan tulisan komunis yang  penuh omong kosong atau tulisan para pembual, dan hal ini sering  merugikan  kita,  karena beberapa orang, setelah mempelajari dengan menghafal  apa yang dinyatakan dalam buku-buku dan pamflet  komunis, akan terbukti tidak mampu mengkombinasikan berbagai cabang pengetahuan,  dan  tidak akan mampu bertindak  dalam jalan yang benar-benar dituntut komunisme.  
     
Salah satu keburukkan dan kemalangan terbesar  yang ditinggalkan pada kita oleh masyarakat kapitalis, adalah pemisahan utuh diantara pengetahuan dan pengalaman praktis; kita telah memiliki pengetahuan yang menjelaskan segala sesuatu dengan cara terbaik, namun dalam sebagian besar kasus, kesemua pengetahuan ini justru mengandung kebohongan-kebohongan yang amat merusak dan  munafik, yang kemudian  membentuk sebuah gambaran palsu  dari masyarakat kapitalis.  
     
Oleh karena itulah mengapa hal ini menjadi kesalahan terbesar apabila hanya menggabungkan pengetahuan yang dogmatis tentang komunisme. Tidak lagi melakukan pidato-pidato dan artikel-artikel yang  sekedar mengulang-ulang apa yang biasa dinyatakan tentang komunisme,karena pidato dan artikel kita berhubungan dengan kerja keseharian  kita dalam berbagai bidang. Tanpa  kerja  dan  tanpa perjuangan,  pengetahuan dogmatis tentang komunisme yang didapat dari  pamflet-pamflet  dan karya tulis kaum komunis  jelas  tidak berguna, selama hal ini melanjutkan pemisahan yang usang terhadap teori dan praktik, pemisahan lama yang merupakan gambaran paling busuk dari masyarakat burjuis.  
     
Bahkan hal ini akan tetap menjadi lebih berbahaya untuk memulai asimilasi hanya dengan slogan-slogan komunis. Apakah kita tidak menyadari bahaya ini sekarang, dan tidak seharusnyakah kita mengarahkan semua usaha kita untuk menghindari bahaya ini? Sebab setengah juta bahkan sejuta pemuda dan pemudi yang akan menyebut diri mereka komunis setelah mempelajari komunisme dengan cara ini hanya akan berprasangka (prejudice) terhadap dasar dari komunisme.

Persoalan  muncul: Bagaimana kesemuanya itu dipadukan  untuk mempelajari komunisme ? Apa yang harus kita ambil dari sekolah-sekolah yang lama, dari bentuk pengetahuan yang usang? Inilah tujuan yang dinyatakan dari bentuk sekolah yang kuno, untuk menghasilkan manusia dengan sebuah pengetahuan tentang segala hal,untuk mengajarkan pengetahuan secara umum. Kita tahu bahwa ini bohong belaka, karena seluruh masyarakat didasarkan dan dipelihara  atas pembagian orang-orang ke dalam klas, ke dalam penghisap dan  yang ditindas. Karena mereka dianugerahi dengan semangat klas,  sekolah-sekolah  kuno biasanya hanya memberikan  pengetahuan  kepada anak-anak kaum burjuis, diselewengkan ke dalam kepentingan kaum burjuis.  Dalam sekolah ini generasi buruh dan petani yang lebih muda  tidak  dididik dengan baik, dibanding dengan yang  dididik dalam kepentingan kaum burjuis. Mereka justru dilatih dalam  satu cara  tertentu untuk menjadi pelayan yang berguna bagi kaum  burjuis,  yang mampu mencetak keuntungan selama hal itu tidak  mengganggu kedamaian dan kesenggangannya. Oleh karena itulah, mengapa ketika  kita menolak bentuk sekolah yang kuno, maka  kita telah membuatnya  menjadi  tugas kita untuk mengambil bentuknya hanya pada apa yang kita butuhkan bagi pendidikan murni komunis.  
     
Hal ini membawa saya pada berbagai celaan dan tuduhan dimana kita  secara konstan mendengar tentang adanya sistem bertingkat dalam sekolah kuno, dan yang sering membawa pada kesimpulan yang salah sama sekali. Sudah dikatakan bahwa sekolah kuno adalah sebuah sekolah yang sungguh-sungguh dogmatis (purely book knowledge), yang tidak berhenti melatih  dan mengasah. Hal ini memang benar adanya, namun  kita harus membedakan diantara apa yang buruk dalam sekalah kuno  dan apa  yang  berguna bagi kita, dan kita harus mampu memilih dari yang  berguna untuk apa yang diperlukan bagi komunisme.

Sekolah-sekolah kuno benar-benar memberikan pengetahuan  yang  dogmatis; mereka memaksa murid-muridnya untuk mengasimilasi sejumlah besar pengetahuan  yang tidak berguna, usang dan tidak bisa dikembangkan,  yang  mana mengacaukan otak dan mengarahkan generasi  yang lebih muda ke dalam birokrasi yang dipaksakan mengikuti satu pola tunggal. Namun ini akan berarti terjebak dalam satu makam kesalahan  bagi anda yang mencoba mengambil kesimpulan bahwa  seseorang dapat  menjadi seorang komunis tanpa mengasimilasikan  kekayaan pengetahuan yang dikumpulkan oleh manusia. Akan menjadi kesalahan pula untuk memikirkannya memadai dalam mempelajari  slogan-slogan komunis dan kesimpulan dari pengetahuan komunis, tanpa mengakui bahwa seluruh pengetahuan dari mana komunisme itu sendiri  adalah sebuah  akibat.  Marxisme adalah sebuah contoh  yang menunjukkan bagaimana komunisme dilahirkan dari seluruh pengetahuan manusia.

SILAHKAN KLIK UNTUK LANJUT BACA DI SINI

No comments